Ahli communication
seorang ahli komunikasi adalah seorang yang mampu dengan bijak menyikapi berbagai hal yang ia tangkap, berikut beberapa hal syarat seorang ahli komunikasi:
kestabilan emosi. Maksud kestabilan emosi disini adalah bisa menahan emonya dan ketenangan, jadi seseorang ahli komunikasi itu dapat control keadaan segala konisi dan amarahnya. Misalnya rasa penasaran, iba hati, sedih kecewa, gembira kemampuan mendengarkan. kemampuan mendengarkan merupakan kemampuan yang benar-benar harus dilatih kerena dengan kemampuan mendengarkan ini kita bisa membuat orang lain tertarik dan respek pada kita. Pada kemampuan mendengarkan ini ada beberapa tahapan yang harus dilalui yaitu:
- diam/kesenyapan
- mendengarkan
- memahami
- menerima pendapat
- menerima kritik
- menerima hinaan
- menerima pujian
Kemampuan olah tubuh dan olah vocal. Hal ini sangatlah penting, karena komunikasi memerlukan media, yaitu bahasa (baik bahasa tubuh maupun bahasa bibir). Bayangkan seandainya media yang satu dengan lainnya tidak klop, maka proses komunikasi tidak akan dapat berjalan baik. Sama saja dengan olah tubuh atau vocal. Seandainya kita tidak menguasai olah tubuh atau vocal, maka proses komunikasi akan mengalami gangguan, karena bisa saja apa yang disampaikan oleh tubuh maupun bibir kita dianggap sebagai hal yang berbeda oleh lawan bicara kita. Maka itu kemampuan olah tubuh dan vocal cukup berpengaruh dalam berkomunikasi.
Kekayaan vocab atau pilihan kata. Tidak dapat dipungkiri bahwa seseorang yang kaya akan pilihan kata akan lebih dihargai dan dihormati dalam suatu kelompok. Dalam suatu komunitas, orang yang menggunakan kata-kata bernuansa ilmiah akan lebih bisa diterima. Begitu juga bagi para ahli komunikasi harus tau dengan siapa dia berkomunikasi, pemilihan kata sangat berpengaruh pada kesuksesan kita berkomunikasi. Contohnya : pada saat kita diminta pendapat orang lain terntang dirinya, kita diminta sejujurnya memberitahunya, pendapat yang kita bisa simpulkan pada seseorang itu adalah cerewet tapi seorang ahli komunikasi tidak akan seceroboh itu dalam mengeluarkan pendapatnya, mungkin seorang ahli komunikasi akan mengatakannya bahwa orang tersebut mempunyai kelebihan dalam berbicara yang tidak dimiliki orang lain yang mungkin bisa saja diberi tambahan motivasi seperti kemampuan yang orang yang mengucapkan reduksi, lebih diperhatikan daripada yang mengucapkan pengurangan. Sekali lagi, dengan membaca buku, pilihan kata qta akan semakin banyak.
Luasnya cara berfikir. Seseorang yang memiliki cara berpikir yang luas dapat dengan mudah masuk dalam suatu pergaulan dan komunitas, karena ia dapat memahami perbedaan cara pandang pribadi-pribadi dalam masyarakat. Orang-orang akan mengatakan bahwa ia sehati dan sepikiran dengan mereka (karena luasnya cara berpikirnya), sehingga ia akan dengan mudah mendapat kepercayaan dan simpati orang-orang di sekitarnya. Untuk melatih cara berpikir yang luas, kita dapat membaca buku-buku, kisah-kisah hidup orang sukses, dan terutama dengan tidak menutup diri – bertemu dengan orang banyak, karena praktik langsung pada lingkungan adalah guru yang terbaik.
Ketulusan ketulusan sendiri bermakna tanpa pamrih, ikhlas dalam menjalan kan sesuatu.pada dasarnya rasa ketulusan itu bisa dirasakan, saat hati kita tulus menjalankan sesuatu hal maka orang lain pun dapat menerima power dengan lebih baik daripada tanpa ketulusan, seorang ahli komunikasi diharapkan adalah orang yang memiliki ketulusan agar setiap lawan bicaranya itu bisa lebih mudah merasakan power yang masuk pada dirinya.
Totalitas pelayanan. Seseorang yang mencapai tahap ini bisa dikatakan sebagai ahli komunikasi yang hebat dan patut mendapat acungan jempol! Mengapa?Karena orang-orang yang berorientasi pelayanan sudah mampu melepaskan diri dari segala bayangan dan keegoisan diri. Seperti teori humanisme, yang paling penting bukanlah apa yang didapat dari kehidupan, tetapi apa yang dapat kita berikan pada kehidupan…yang paling penting adalah apa yang telah kita perbuat bagi orang lain, bukan apa yang telah orang lain perbuat untuk kita. Secara tidak langsung dapat bermakna mampu menempatkan pikiran pandangan dan memposisikan pada diri orang lain, sehingga kita akan tau sebenarnya apa yang diharap dan dibutuhkan oleh orang lain(lawan bicaranya) sehingga lebih mengena dalam penempatan kata dan pendapat.