Ibrahim Pernah Atheis

Image “What i Think”, “What i Feel”,”What i Am”

Usai melahab buku karya Bapak Agus Mustofa seri ke 35 yang berjudul “Ibrahim Pernah Atheis” nampaknya semakin jelas pemahamanku tentang orang-orang yang menganggap Tuhan itu tidak ada.

Dibuku itu disebutkan beberapa tokoh atheis seperti david hawkins dan beberapa nama lainnya. Ketika pembuktian-
pembuktian untuk mengingkari campur tangan Allah dalam Penciptaan alam semesta dan kehidupan disandarkan pada logika dan ilmu manusia yang serba terbatas.

Dalam buku inipun di ceritakan bagaimana Nabi Ibrahim mencari kebenaran tuhan, dari pengingkarannya terhadap penyembahan patung oleh kaumnya, yang di abadikan Allah dalam Al quran.

“Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar: ‘Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.’ Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda- tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan Kami (memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: ‘Inilah Tuhanku,’ tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata: ‘Saya tidak suka kepada yang tenggelam.'” (QS. al-An’am: 74-76)

Kemudian pertemuannya dengan bulan, yang diabadikan pula oleh Allah didalam Al Qur’an.

“Kemudian tatkala dia melihat sebuah bulan terbit dia berkata: ‘Inilah Tuhanku.’ Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: ‘Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.'” (QS. al-An’am: 77)

Begitu pula terjadi pada beberapa objek lainnya. Untuk memperoleh tingkat pemahaman yang lebih baik itu harus di barengi dengan usaha yang maksimal pula. Sungguh what we are thinking itu hanya mampu menganalogi dengan logika, matematis dan matrealistis. Sedangkan what we are feeling, hanya mampu merasakan pada tingkat emosional. Sedangkan untuk tingkatan terakhir yaitu what we are adalah posisi terdalam dari kecerdasan spiritual. Bagian ini mengukur sedalam mana manusia mampu mentafakuri dan menzikrul kan kehidupan ini, bahkan benar-benar menghambakan pada Allah Azza wa jalla.

Semoga Bermanfaat

Iklan
Pos ini dipublikasikan di communication skill, gaul ala gw, islamic zone, mind dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ibrahim Pernah Atheis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s